Cirebon – Sopir Pikap Tewas Tabrak Kecelakaan tragis terjadi di kawasan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, pada Rabu malam, ketika sebuah mobil pikap menabrak truk setelah diduga menerobos lampu merah (bangjo).
Menurut keterangan sejumlah saksi, pikap melaju cukup cepat dari arah utara. Ketika lampu lalu lintas berubah menjadi merah, kendaraan tersebut tidak mengurangi kecepatan dan tetap menerobos persimpangan.
Pada saat bersamaan, sebuah truk bermuatan barang melintas dari arah barat. Benturan keras pun tak terelakkan. Pikap menghantam sisi samping truk hingga menghancurkan bagian depan kendaraan kecil tersebut.
Sopir pikap terpental ke dashboard dan mengalami luka berat di bagian kepala.

Baca Juga : Ngantor Pakai Sepeda Semahal Apapun Sepedaku, Aku Dibilang Miskin
Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung berlarian ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun ketika diperiksa, sopir pikap sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Petugas kepolisian dan tim medis yang tiba di lokasi beberapa menit kemudian memastikan korban meninggal dunia akibat benturan keras.
Polisi juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa rekaman CCTV di persimpangan untuk memastikan kronologi lengkapnya.
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban menerobos lampu merah dan tidak sempat menghindar ketika truk melintas. Benturannya sangat keras sehingga korban mengalami luka fatal,” ujar petugas.
Sementara itu, sopir truk selamat dan tidak mengalami luka berarti. Ia sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Truk yang terlibat kecelakaan hanya mengalami kerusakan ringan di bagian samping.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya pengendara kendaraan niaga dan roda empat, agar lebih berhati-hati ketika melewati persimpangan yang memiliki tingkat kecelakaan cukup tinggi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa pelanggaran lampu merah, meski terlihat sepele, dapat berujung pada tragedi mematikan.
Warga sekitar berharap adanya penertiban lebih ketat di titik-titik rawan serta peningkatan kesadaran para pengendara agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.





