Ceribon – Tilap Uang Kepolisian Resor Cirebon Kota berhasil membekuk seorang staf keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon yang diduga menilap dana perusahaan hingga miliaran rupiah.
Pelaku berinisial AR (42) ditangkap setelah terbukti melakukan penggelapan dana perusahaan senilai Rp 3,7 miliar selama beberapa tahun terakhir.
Penangkapan dilakukan setelah pihak manajemen PDAM melaporkan adanya kejanggalan dalam laporan keuangan internal.
Kecurigaan muncul ketika hasil audit rutin menunjukkan ketidaksesuaian antara pemasukan kas dan laporan pembukuan.
Setelah dilakukan investigasi internal, ditemukan bahwa AR telah memanipulasi ini
AR diketahui telah memanfaatkan posisinya sebagai staf keuangan untuk menyalahgunakan akses ke sistem pencatatan pembayaran.
Modus operandi pelaku adalah dengan mengalihkan sejumlah pembayaran pelanggan ke rekening pribadinya, lalu memalsukan bukti setor.
Tindakan tersebut berlangsung dalam kurun waktu lebih dari dua tahun, hingga akhirnya total kerugian perusahaan mencapai Rp 3,7 miliar.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2025: Stabil, Antam dan UBS
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Rano Hadiyanto, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa pelaku telah mengakui perbuatannya.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dokumen transaksi palsu dan salinan rekening koran milik tersangka.
“Pelaku bekerja sendiri dan memanfaatkan celah pengawasan internal di PDAM,” ujar Kapolres.
Pelaku bahkan sempat berlibur ke luar negeri menggunakan dana hasil kejahatan tersebut.
Pihak PDAM Kota Cirebon mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini dan berkomitmen untuk membenahi sistem keuangannya.
Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Anton Kusnadi, menyebut kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan internal perusahaan.
“Kami sudah menonaktifkan pelaku sejak audit internal mengungkap kejanggalan,” ujar Anton dalam pernyataan resminya.
Manajemen PDAM juga telah membentuk tim khusus untuk memperbaiki sistem kontrol keuangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, pihaknya sedang mengkaji kemungkinan mengganti sistem manual menjadi digital penuh yang terintegrasi langsung dengan bank.
Terkait kerugian, PDAM masih menghitung secara pasti dampaknya terhadap keuangan perusahaan dan pelayanan pelanggan.





