Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Satpol PP Bongkar Bangunan Pasar Darurat Desa Jungjang

Skintific

Cirebon  – Satpol PP Bongkar Suasana di Desa Jungjang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, mendadak heboh sejak pagi tadi.

Dua unit alat berat dikerahkan oleh aparat gabungan untuk melakukan pembongkaran terhadap 300 lapak jualan yang berdiri di area tersebut.

Skintific

Pembongkaran ini dilakukan oleh pihak pemerintah daerah karena bangunan-bangunan semi permanen itu dianggap berdiri di atas lahan milik negara

Satpol PP Bongkar
Satpol PP Bongkar

Operasi penertiban ini dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB dan melibatkan aparat Satpol PP, kepolisian, serta petugas dari dinas terkait.

 

 

Baca Juga : Dukung UMKM Le Minerale Sediakan Gerobak Usaha Bagi Pedagang di GBK

Para pedagang yang sebelumnya menempati area itu tampak panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang dagangannya.

Sebagian dari mereka mencoba melakukan negosiasi agar pembongkaran ditunda, namun petugas tetap melaksanakan tugas sesuai instruksi.

Lapak-lapak yang dibongkar rata-rata berupa bangunan kayu dan seng yang telah berdiri bertahun-tahun di sepanjang pinggir jalan desa.

Menurut informasi dari pihak kecamatan, lokasi tersebut sebelumnya merupakan tanah irigasi dan jalur hijau yang tidak boleh ditempati secara permanen.

Kepala Desa Jungjang, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa penertiban ini merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah desa dan kabupaten.

“Sudah ada pemberitahuan sejak beberapa bulan lalu. Kami beri waktu cukup bagi para pedagang untuk pindah,” ujarnya.

Namun ini tidak semua pedagang sepakat dengan penertiban ini, beberapa mengaku belum mendapatkan tempat relokasi yang layak.

Salah seorang pedagang, ibu Siti (45), mengatakan bahwa lapak itu menjadi satu-satunya sumber penghasilannya selama 10 tahun terakhir.

“Kalau dibongkar, saya mau jualan di mana? Anak saya masih sekolah,” ucapnya dengan nada sedih.

Aksi penertiban ini sempat diwarnai ketegangan antara petugas dan beberapa warga yang mencoba menghentikan alat berat.

Namun ini aparat kepolisian yang berjaga berhasil mengendalikan situasi agar tidak terjadi bentrokan fisik.

Proses pembongkaran berlangsung hingga siang hari dan diperkirakan selesai dalam waktu dua hari.

Diharapkan setelah pembersihan, lahan tersebut bisa difungsikan kembali sesuai rencana tata ruang wilayah ini.

Skintific