Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Rusia Tiga Kali Langgar Wilayah Udara Negara NATO, Eropa Siaga

Skintific

Cirebon – Rusia Tiga Kali Langgar Ketegangan antara Rusia dan negara-negara anggota NATO kembali memanas setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa Rusia telah tiga kali melanggar wilayah udara negara-negara aliansi tersebut dalam waktu yang relatif singkat.

Pelanggaran ini terjadi di kawasan Eropa Utara dan Baltik, yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tingkat sensitivitas militer yang tinggi, terutama sejak pecahnya konflik antara Rusia dan Ukraina pada 2022.

Skintific

Pelanggaran pertama terjadi di atas Laut Barents, ketika sebuah pesawat tempur Rusia terdeteksi memasuki wilayah udara Norwegia tanpa izin dan tanpa mengaktifkan transpondernya.

Militer Norwegia segera merespons dengan mengirimkan jet tempur F-35 untuk mengawal pesawat Rusia tersebut keluar dari wilayahnya.

Rusia Tiga Kali Langgar
Rusia Tiga Kali Langgar

 

Baca Juga : Prabowo Minta Danantara Bangun Prototipe Pembangkit Surya di Pedesaan

Insiden kedua berlangsung dua hari kemudian, ketika dua pesawat tempur Rusia terdeteksi memasuki wilayah udara Finlandia, negara yang baru bergabung dengan NATO pada 2023.

Pemerintah Finlandia menyebut pelanggaran ini sebagai tindakan provokatif dan telah memanggil duta besar Rusia untuk memberikan penjelasan resmi.

Pelanggaran ketiga terjadi di wilayah udara Estonia, yang merupakan salah satu negara Baltik dan anggota NATO sejak 2004.

NATO menanggapi ketiga insiden ini dengan sangat serius dan menyebut tindakan Rusia sebagai bentuk eskalasi yang membahayakan stabilitas regional.

Juru bicara NATO mengatakan bahwa pelanggaran wilayah udara oleh militer Rusia adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan melanggar prinsip kedaulatan negara.

Ia menambahkan bahwa semua anggota NATO memiliki hak untuk mempertahankan wilayahnya dan akan menanggapi setiap pelanggaran dengan langkah-langkah proporsional.

Presiden Estonia juga angkat bicara, menyebut pelanggaran tersebut sebagai ancaman nyata dan meminta aliansi NATO untuk memperkuat kehadiran militernya di kawasan Baltik.

Sementara itu, Rusia membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa penerbangan pesawat mereka berada di ruang udara internasional dan tidak melanggar batas negara mana pun.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tuduhan tersebut adalah bagian dari kampanye disinformasi ini

Skintific