Disbudpar Cirebon Optimistis Kunjungan Wisata 2025 Tembus 5 Juta Turis
CIREBON – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Jawa Barat, menargetkan peningkatan signifikan jumlah wisatawan pada tahun 2025. Pemerintah optimistis jumlah kunjungan wisata bisa menembus angka 5 juta turis, melampaui capaian 4,6 juta wisatawan pada 2024.
baca juga : Kecelakaan Maut di Pantura yang Tewaskan 2 Pekerja PLN
Tren Wisata Cirebon Terus Meningkat
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menjelaskan bahwa tren peningkatan kunjungan wisatawan terus terlihat sepanjang tahun 2025. Meskipun data lengkap masih dalam proses rekapitulasi, pihaknya menilai minat wisatawan terhadap Kota Cirebon semakin tinggi.
“Data lengkap masih direkap, tetapi dari sejumlah kegiatan dan animo masyarakat, kami melihat tren positif hingga akhir tahun,” ujar Agus di Cirebon, Sabtu (18/10/2025).
Ia menyebutkan bahwa target awal kunjungan wisata tahun ini ditetapkan sebanyak 4 juta orang. Namun, dengan padatnya agenda wisata dan budaya hingga akhir tahun, capaian tersebut diyakini akan terlampaui.
Wisata Bahari Jadi Fokus Baru Cirebon
Agus menuturkan, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tidak hanya berasal dari sektor unggulan seperti wisata kuliner dan batik. Pemerintah juga mulai mengembangkan kawasan bahari sebagai destinasi baru yang potensial.
“Cirebon tidak hanya tentang batik dan sejarah. Kami kini mulai membangun daya tarik di kawasan pesisir agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan,” jelasnya.
Salah satu langkah nyata pengembangan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Pesisiran, yang menampilkan beragam seni pertunjukan, produk lokal, serta melibatkan komunitas budaya di wilayah pesisir.
“Festival Pesisiran menjadi cara kami menghidupkan kawasan bahari agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan menarik minat wisatawan,” ujarnya.
Festival Pesisiran Dongkrak Aktivitas Wisata
Festival ini, lanjut Agus, menjadi bagian dari strategi memperluas daya tarik wisata agar tidak hanya terpusat di kawasan kota tua dan pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pesisir yang memiliki potensi besar.
Kegiatan tersebut sukses menggairahkan ekonomi lokal karena melibatkan pelaku UMKM, pengrajin, dan komunitas budaya.
Selain itu, Disbudpar Cirebon juga menyiapkan agenda berskala nasional lainnya, yakni Festival Seni Media, yang akan digelar di kawasan pelabuhan pada 14–26 November 2025.
“Festival ini merupakan hasil kerja sama kami dengan Kementerian Kebudayaan dan akan menampilkan berbagai genre seni seperti pertunjukan, seni lukis, hingga instalasi multimedia,” terang Agus.
Festival Seni Media Jadi Ruang Kreatif Baru
Menurut Agus, Festival Seni Media menjadi ruang kreatif bagi para seniman dan komunitas untuk menampilkan karya lintas disiplin dalam format pertunjukan yang lebih modern.
“Acara ini tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga berpotensi mengundang wisatawan mancanegara. Cirebon akan dikenal sebagai kota yang terbuka bagi ide-ide baru di bidang seni,” tambahnya.
Penyelenggaraan berbagai festival tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Cirebon sebagai kota budaya yang dinamis dan inovatif. Selain menonjolkan kekayaan tradisi, Disbudpar juga terus berupaya menampilkan wajah baru pariwisata yang kreatif dan berdaya saing.
Dorong Cirebon Jadi Kota Wisata Budaya Nasional
Agus menegaskan bahwa keberadaan beragam festival budaya menjadi bukti keseriusan Pemkot Cirebon dalam menjadikan kota ini sebagai destinasi budaya unggulan di Indonesia.
“Dengan program berkelanjutan, kami ingin Cirebon dikenal sebagai kota wisata budaya nasional. Kami tidak hanya menjaga tradisi, tapi juga mengembangkannya sesuai zaman,” tegasnya.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata. Menurut Agus, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pariwisata lokal.
Target 5 Juta Wisatawan Jadi Tantangan Bersama
Dengan sejumlah program tersebut, Disbudpar Cirebon yakin target 5 juta wisatawan pada 2025 bisa tercapai. Dukungan berbagai pihak, promosi digital yang masif, serta kalender wisata yang padat akan menjadi pendorong utama peningkatan kunjungan.
“Dengan berbagai kegiatan dan inovasi baru, kami optimistis jumlah kunjungan bisa menembus 5 juta wisatawan. Ini bukan hanya target angka, tapi komitmen kami untuk menjadikan Cirebon sebagai destinasi unggulan Jawa Barat,” pungkas Agus.
Melalui pengembangan kawasan bahari, festival budaya, dan promosi kreatif, Cirebon semakin memperkuat posisinya sebagai kota budaya yang hidup dan tujuan wisata favorit di Indonesia.
baca juga : Pemkab Cirebon Sosialisasikan Raperda Kawasan Tanpa Rokok





