Cirebon – Damkar Bantu Makamkan mengangkat jenazah seberat 200 kilogram. Tak ada sirine, tak ada semburan air—yang ada hanya rasa kemanusiaan yang menyala.
Peristiwa itu terjadi di sebuah kampung di Kabupaten Kuningan. Jenazah seorang warga berusia 52 tahun, yang meninggal karena komplikasi penyakit, tak bisa diangkat oleh keluarga sendirian karena bobot tubuhnya yang mencapai 200 kg lebih. Butuh tenaga ekstra. Butuh cara khusus.
Panggilan Tak Biasa untuk Damkar
Pagi itu, Unit Damkar Kuningan menerima telepon dari warga.
Tim Damkar pun bergerak dengan peralatan seadanya. Mereka tahu, ini bukan tugas rutin mereka. Tapi mereka juga tahu, kemanusiaan tidak terikat pada job description.
“Kami datang bukan hanya untuk memadamkan api, tapi juga untuk membantu di mana pun kami dibutuhkan,” ujar salah satu petugas Damkar dengan rendah hati.
Teknis yang Tidak Sederhana

Baca Juga : Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Satpol PP Kabupaten Cirebon
Mengangkat jenazah dengan berat 200 kg tentu bukan perkara mudah. Butuh lebih dari 6 orang personel, serta teknik pengangkatan khusus agar jenazah tetap dihormati dan tidak membahayakan para petugas. Mereka menggunakan tandu besar yang dimodifikasi serta dibantu warga sekitar.
Warga: “Kami Tidak Tahu Harus Minta Tolong ke Siapa Lagi”
Keluarga korban mengaku sempat panik dan bingung. Mereka sudah mencoba mengangkat sendiri jenazah almarhum, tapi kewalahan.
“Kami terharu. Mereka tidak hanya datang, tapi datang dengan sepenuh hati,” ujar salah satu anggota keluarga.
Lebih dari Sekadar Petugas
Dari mengevakuasi hewan, membantu korban kecelakaan, membersihkan pohon tumbang—hingga membantu memakamkan jenazah dengan layak.
Penutup: Api Bisa Padam, Tapi Kemanusiaan Harus Menyala
Di era ketika birokrasi kadang kaku dan formalitas membatasi aksi, kisah petugas Damkar Kuningan ini seperti oase. Mereka menunjukkan bahwa melayani masyarakat bukan soal tugas, tapi soal kepedulian.
Hari itu, mereka tak memadamkan api. Tapi mereka menyalakan harapan, bahwa di negeri ini, masih ada petugas publik yang bekerja bukan hanya karena perintah—tapi karena hati





