Cirebon – Dalang Kerusuhan Suasana mencekam sempat terjadi di Gedung DPRD Kota Cirebon pada aksi demonstrasi yang berujung ricuh awal pekan ini.
Ribuan massa yang awalnya melakukan aksi unjuk rasa secara damai, tiba-tiba berubah menjadi anarkis menjelang sore hari.
Lemparan batu, pembakaran ban, dan aksi dorong dengan aparat menjadi awal dari kericuhan yang merusak sejumlah fasilitas umum.

Baca Juga : Gelombang Demonstrasi di Cirebon, Massa Merusak Gedung DPRD dan Kantor Polisi
Gedung ini DPRD Cirebon menjadi salah satu sasaran amukan massa, dengan kaca-kaca pecah, pagar roboh, dan bahkan ruang rapat utama dijarah.
Sejumlah dokumen penting, kursi, serta perangkat elektronik milik sekretariat DPRD dilaporkan hilang atau rusak berat.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Rano Wahyudi, menyatakan bahwa para pelaku bukan sepenuhnya bagian dari demonstran awal.
“Sebagian dari mereka adalah penyusup yang masuk saat situasi mulai tidak terkendali,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (1/9/2025).
Polisi menduga bahwa kelompok ini memang datang dengan niat menciptakan kerusuhan dan memanfaatkan momen untuk melakukan penjarahan.
Dari rekaman CCTV dan video warga, sejumlah pelaku terekam membawa karung, tas besar, dan dengan sengaja merusak properti publik.
Beberapa dari mereka bahkan tampak terorganisir, menggunakan penutup wajah, dan berkomunikasi lewat HT (handy talky).
Polisi menyebut bahwa motif para pelaku bervariasi, mulai dari motif ekonomi, hingga dugaan kuat adanya penggerak dari luar daerah.
Salah satu tersangka yang ditangkap diketahui berasal dari luar Cirebon dan memiliki catatan kriminal terkait aksi unjuk rasa sebelumnya.
ini Beberapa nama bahkan tercatat dalam daftar intelijen sebagai “provokator bayaran” yang kerap muncul dalam kerusuhan serupa.
“Kami akan usut siapa pun yang terlibat. Tidak hanya pelaku lapangan, tetapi juga dalang di balik layar,” tegas AKBP Rano.
Kejadian ini menuai reaksi keras dari masyarakat Cirebon yang merasa geram atas perusakan lembaga perwakilan rakyat.
Warga ini menilai aksi brutal itu telah mencoreng tujuan awal demonstrasi yang seharusnya menyampaikan aspirasi, bukan merusak.





