Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

BPBD Kota Cirebon memperkuat kesiapsiagaan

Skintific

BPBD Cirebon Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Musim Hujan

Cirebon – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Jawa Barat, memperkuat langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi sepanjang musim hujan. Upaya ini dilakukan setelah pemerintah menetapkan status siaga darurat bencana sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026.

baca juga : Mengapa Anggota DPR Rajiv Diperiksa KPK di Cirebon

Skintific

Fokus pada Edukasi dan Pelibatan Masyarakat

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, mengatakan salah satu prioritas utama saat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

“Kegiatan edukasi ini sudah dirutinkan sekarang melalui program satuan pendidikan aman bencana di tingkat sekolah,” ujar Andi di Cirebon, Senin (3/11/2025).

Program tersebut bertujuan membentuk kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama di lingkungan sekolah yang rawan terdampak banjir atau angin kencang.

Kelurahan dan Kecamatan Dilibatkan dalam Pembinaan

Selain menyasar pelajar, BPBD juga memperluas jangkauan pembinaan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan tangguh bencana. Langkah ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat dan mengetahui langkah cepat yang harus diambil saat terjadi bencana.

“Tidak hanya sekolah, masyarakat juga kami bina melalui kelurahan dan kecamatan tangguh bencana agar siap menghadapi situasi darurat,” jelas Andi.

Status Siaga Darurat sebagai Langkah Antisipatif

Andi menegaskan bahwa penetapan status siaga darurat bukan berarti Kota Cirebon sedang dalam kondisi berbahaya, melainkan sebagai peringatan dini untuk meningkatkan kesiapan di semua lini.

BPBD Kota Cirebon: Status Siaga Bencana Bukan Tanda Panik, Tapi Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem - Tribuncirebon.com

“Siaga darurat berbeda dengan tanggap bencana. Fokus kami saat ini adalah memastikan kesiapan sarana, sumber daya manusia, dan edukasi masyarakat,” tegasnya.

Dengan status tersebut, BPBD dapat mengoptimalkan koordinasi lintas instansi serta mempercepat respon saat muncul tanda-tanda bencana.

Rencana Evakuasi dan Pengungsian Dimatangkan

Dalam periode siaga darurat ini, BPBD Kota Cirebon telah menyusun dan mematangkan rencana evakuasi, lokasi pengungsian, serta penyediaan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak cuaca ekstrem. Persiapan ini melibatkan relawan, petugas kesehatan, serta unsur TNI dan Polri untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan cepat.

Menurut Andi, prinsip utama siaga darurat di Kota Cirebon adalah meminimalkan risiko bencana, menjaga keselamatan warga, dan memastikan seluruh infrastruktur pendukung tetap berfungsi dengan baik selama musim hujan.

Dorong Peran Aktif Warga

BPBD juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan memastikan saluran air tidak tersumbat dan pohon besar di sekitar rumah dalam kondisi aman. Kesadaran kolektif ini diyakini dapat mengurangi potensi banjir, longsor, maupun kerusakan akibat angin kencang.

baca juga : Fenomena Langka di Jabar: Awan ‘Hitam’ dan Bola Api Terbang

“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi aktif. Penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi harus menjadi tanggung jawab bersama,” tutup Andi.

Skintific